Simantap News
loading...
Simantap News
Dadima berteriak memanggil Chandra dan berjalan
menghampirinya di penjara. Dadima sambil menangis berbicara pada Chandra agar
tidak melakukan hal tersebut pada Nandini tapi Chandra meminta maaf pada Dadima
dan menyuruh pelayan membawa Dadima pergi, Avantika dan Sunanda kemudian datang
untuk meminta pengampunan Nandini pada Chandra, Avantika berutut pada Chandra
dan berkata bersdia menggantikan hukuman Nandini asal Nandini bebas tapi
Chandra tidak peduli dan masuk ke dalam penjara Nandini lalu menutup pintu.
Chandra kembali menatap Nandini hingga dinding terakhir yang menutup Nadini
terpasang dengan baik. Chandra membuka mahkotanya dan terlihat sedih.
Sunanda dan Avantika masih duduk
didepan pintu penjara, Sunanda mencoba menyadarkan Avantika yang terlihat shock
dan berkata bahwa Nandini mungkin sudah tiada, Sunanda menyuruh pelayan membawa
Avantika ke kamarnya. Sementara Roopa menunggu dengan cemas diruangannya,
Sunanda lalu menemuinya dan menceritakan apa yang terjadi dengan Nandini.
Sunanda menutupi Roopa dengan selimut dan mengajaknya pergi karena da sudah
tidak bisa tinggal di istana lagi tapi Roopa menolak dan mengatakan bahwa pasti
ada jalan keluar. Sunanda pun berkata bahwa mereka harus bertemu di tempat
rahasia mereka.
Pagi harinya, Avantika melamun di
jendela dan teringat akan Nandini kecil, Avantika lalu berteriak memanggil2
Nandini di kamarnya. Sunanda dan Radhika menemuinya, Sunanda mencoba
menyadarkan Avantika bahwa Nandini sudah tiada. Avantika berteriak mengatakan
bahwa Nandini masih hidup dan kemudian menangis histeris. Sunanda dan Radhika
mencoba menenangkannya.
Dikamarnya, Chandra terus
mengingat kebersamaannya bersama Nandini dan meneteskan air mata tapi dia juga menatap
buku2 Nandini dengan amarah. Chandra lalu mengemasi semua buku2 dan pakaian
Nandini lalu berteriak memanggil pelayan dan menyuruhnya membawa semua barang2
Nandini, Dadima memperhatikan dari ambang pintu lalu menghampirinya. Dadima lalu
bertanya apakah dengan membuang semuanya dia akan membuang Nandini juga dari
hatinya. Chandra membalas ucapan Dadima bahwa Nandini tidak pernah berada
didalam hatinya dan Nandinilah yang membuatnya dalam kondisi seperti saat ini,
Chandra berkata bahwa Nandini memang harus menghadapi hukumannya dan Chandra
meminta Dadima melupakan Nandini karena dia sudah tiada lalu Chandra memeluknya
sambil menangis.
Roopa berjalan menyelimuti dirinya
menuju kolam istana lalu terjun kedalamnya dan Roopa muncul di sungai tengah
hutan (jadi tuh kolam istana nyambung ke sungai di hutan), Roopa lalu menunggu
Sunanda yang datang tak lama kemudian, Roopa berkata bahwa dirinya mencintai Chandra
dan sekarang Nandini sudah mati. Roopa berkata tidak ingin melepaskan Chandra
dan meminta bantuan Sunanda, Sunanda pun bertanya bantuan apa yang di
inginkannya.
loading...
Di aula, mentri memberitau kedatangan warga. Chandra mempersilahkan mereka untuk masuk. Para warga masuk dan bertanya pada Chandra mengenai mengapa dia melakuan semua ini pada Nandini sementara rakyat Magadha sangat mencintai Nandini. Tiba2 Nandini muncul (ini Roopa yaaa) dan bersuara, “aku masih hidup”, Roopa muncul dalam keadaan wajah penuh luka, Chandra pun terkejut melihatnya.
Roopa lalu berbicara dengan warga bahwa kematiannya hanyalah isu dan Roopa meminta mereka semua untuk pergi. Warga pun lalu beranjak pergi, Chandra menghampiri Roopa dan bertanya siapa dia, Roopa pun mengatakan bahwa dirinya adalah Nandini. Chandra kembali bertanya. Roopa pun menjelaskan, “ yang kau hukum adalah kembaranku..dia menculikku seama puja di desa..aku istrimu Chanra..itu Roopa yang kau kurung hidup2”. Chandra bertanya bagaimana bisa dia dipercaya. Roopa menjawab bahwa tidak ada yang mengetahui hal ini bahkan Avanika sekaipun, Roopa menambahkan bahwa hanya Sunanda dan ayahnya yang mengetahui tentang kembarannya karena Sunanda lah yang membawanya sesaat setelah kelahirannya, Roopa menyuruh Chandra memanggil Sunanda agar lebih tau kebenarannya. Chandra lalu menyuruh pelayan memanggil Sunanda.
loading...
Sunanda datang dan memberi salam,
Sunanda melihat Roopa dan pura2 terkejut seolah2 melihat Nandini, Sunanda
mendatangi Roopa dan memeluknya seraya berkata betapa bahagianya dirinya
mlihatnya masih hidup. Chandra lalu beraya siapa yang telah dihukumnya. Sunanda
menceritakan semuanya bahkan tentang tanda di balik cuping telinga Roopa dan
Sunanda berkata bahwa Roopa kabur darinya setelah mengetahui kebenaran tentag
Padmanada dan sejak itu tidak pernah melihatnya lagi. Chandra berjalan
menghampiri Roopa dan mengajukan pertanyaan seputar Nandini untuk membuktikan
bahwa dia benar2 Nandini. Roopa menjawab semuanya. Sunanda lalu menunjukkan bahwa
tidak ada tanda di belakang cuping telinga Roopa dan Sunanda mengatakan bahwa
dia adalah Nandini. Chandra pun berubah sikap dan merasa senang melihat Roopa,
lalu Chandra memanggil pelayan dan memberi perintah agar membawa Nandini
(Roopa) ke kamarnya. Sunanda kemudian pergi bersama Roopa.
Chandra ke ruangan dimana
sebelumnya menghukum Nandini. Chandra lalu menghancurkan dinding yang dibuat
untuk mengurung Nandini, kemudian Chandra masuk ke dalam dan membuka pintu
rahasia yang berada dibawah lantai dan masuk. Nandini yang ternyata masih hidup
dan ada disana tersenyum melihat kedatangan Chandra. (flashback saat Chandra
menemui Nandini dipenjara sesaat sebelum hukuman untuk Nandini dijatuhkan, Chandra
meminta Nandini menceritakan apa yang terjadi sesungguhnya dengan Chaya dan
apakah dia benar2 telah mendorongnya. Nandini pun berkata, “dengarkan apa kata hatimu Chandra..jika aku
ingin menghabisimu maka itu sudah kulakukan sejak lama..aku bisa saja
mengatakan kebenaran tentang hubungan kita pada Dadima tapi aku tidak mengatakannya
demi kesehatannya dan jika kau masih
berpikir aku yang berniat menghabisi Chaya oke lah katakan aku yang
menghabisinya..jadi sekarang tolong katakan sebagai seorang suami apakah kau
yakin istrimu akan melakukan hal tersebut ??”. Chandra mengulurkan tanganya
pada Nandini dan Nandini menggenggamnya lalu bertanya, Chandra pun berkata
bahwa dibutuhkan bantuannya untuk mengungkap yang sebenarnya. Flashback
berakhir)
loading...
BACA CERITA SELANJUTNYA
loading...