Showing posts with label CHANDRA NANDINI. Show all posts
Showing posts with label CHANDRA NANDINI. Show all posts

Sinopsis Chandra Nandini Episode 41 Part 1 Tayang Senin 12 Februari 2018

Simantap News

loading...
Simantap News    Sinopsis Chandra Nandini Episode 41 Part 1 Tayang Senin 12 Februari 2018
#
Pagi harinya, Chandra mengumpulkan semua orang. Moora bertanya pada Chandra mengapa mengumpulkan mereka semua dan Chandra mengatakan bahwa dirinya menemukan sesuatu yang terhubung dengan sang pembunuh. Moora kembali bertanya maksud ucapan Chandra, Chandra memberitau kalau prajuritnya berhasil menangkap seorang pelayan Yunani yang membawa racun ke dalam istana. Apama dan Helena pun terlihat ketakutan. Dadima bertanya diberika pada siapa racun itu. Chandra berjalan menghampiri Apama lalu bertanya apakah dia akan membantunya untuk menginterogasi pelayan tersebut. Apama gugup dan menjawab bahwa dirinya pasti akan membantu karena pelayan itu harus dihukum. Chandra sembari menatap tajam pada Apama mengatakan bahwa besok pagi mereka akan menginterogasi pelayan tersebut.

loading...


Helena mendatangi ibunya di kamar dan menegurnya karena meninggalkan jejak yakni pelayan tersebut yang bisa mengancam kehidupannya kalau pelayan itu buka suara. Apama menenangkannya dan berkata bahwa pelayan itu pasti akan menunjuk pada dirinya dan bukan dia (Helena). Apamajuga mengingatkan agar Helena tidak membelanya saat rahasianyananti
terbongkar. Apama berkata kalau dirinya tidak akan menyesali semuanya karena dirinya melakukan ini hanya demi putrinya. Helina berlutut di kaki Apama dan memintanya untuk mencari jalan lain. Apama menyuruh Helena keluar dari kamarnya. Helena lalu beranjak pergi.Nandini merasakan gatal di ujung kakinya tapi tidak bisa menggerakkan badannya karena rasa sakit di perutnya. Chandra datang dan mengatakan bahwa mereka harus memainkan permainan pertama dan untuk saat ini hanya menunggu dulu pembunuh itu melakukan kesalahan. Nandini masih berusaha menggaruk2 kakinya dengan menggesek2kannya pada ranjang tapi kemudian Chandra melihat ekspresi wajahnya dan bertanya apakah dia membutuhkan bantuan. Nandini menolak memberitau dan menyuruh Chandra pergi.Chandra beranjak pergi tapi Nandini pun memanggilnya kembali, Nandini menyuruh Chandra mendekat lalu Nandinimenutup mata Chandra dengan kain dan kemudian menyuruhnya bergerak kedekatkakinya, Chandra terkejut tapi melakukan apa yang diminta Nandini. Saat tangan Chandra sampai di kakinya Nandini menyuruh Chandra menaikkan celananya keatas. Chandra pun tertawa terbahak2 mendengarnya. Nandini menegurnya dan kemudian setelah Chandra menaikkan celananya Nandini memberi aba2 dimana letak rasa gatalnya agar Chandra menggaruknya. Chandra kembali mentertawakannya tapi kemudian menggosok2 kaki Nandini untuk mengurangi rasa gatalnya. Nandini pun merasa lega. Setelah itu Nandini menyuruh Chandra pergi, Chandra pun menyuruhnya melepas penutup matanya. Kemudian Nandini kembali menyuruh Chandra keluar tapi Chandra menolak karena tidak ada ucapan terima kasih dari Nandini, Chandra pun mengatakan bahwa yang sebenarnya kera adalah dia (Nandini) karena dia merasa gatal terus menerus, mereka berdua pun tertawa bersama2.
loading...

Terlihat akan ada badai, Apama duduk termenung sembari mengingat kemarahan Chandra saat Nandini tiada. Apama lalu berbicara sendiri bahwa jika ingin dirinya tetap bertahan maka pelayan itu harus dilenyapkannya kemudian Apama mengambil sebuah pisau dan berjalan menuju penjara.Sesampa
 
inya di penjara Apama berhasil membuat para prajurit pingsan dengan melempar serbuk pada mereka, lalu Apama berjalan mendekati pelayan yang tertutup selimut dan menusuknya dengan pisau sembari mengatakan bahwa dia harus mati karena dia akan menjadi bukti untuk melawannya tapi kemudian terdengar suara tapak kaki, Apama terkejut melihat kedatangan Chandra dan lebih terkejut lagi saat melihat pisaunya yang sama sekali tidak berlumuran darah, Apama membuang pisaunya dan membuka selimut yang menutupi pelayan tadi tapi Apama hanya melihat bantal didalamnya. Chandra lalu mengatakan pada Apama bahwa perainannya sudah usai, Chandra membeberkan kesalahannya. Apama menjawab kalau dirinya melakukan semuanya demi putrinya. Chandra pun membentaknya karena sudah merusak keluarganya. Apama lalu meminta maaf. Chandra memanggil prajurit dan mengatakan agar menangkap Apama karena hukumannya akan di umumkan di aula, Chandra juga menyuruh agar semua orang dipanggil ke aula.Pelayan membangunkan Helena dan memberitau perihal tertangkapnya Apama, Helena pun terkejut mendengarnya. Sementara itu Moora tengah berbicara dengan Dadima bahwa dirinya akan tetap bersama Chandra karena Chandra tidak akan pernah salah mengambil keputusan. Helena sendiri menyuruh pelayannya mengemas semua barang2nya tapi kemudian Helena teringat pesan ibunya untuk tetap tenang.

Apama di bawa ke aula,Chandra menatapnya dengan tajam lalu menyuruh mentri berbicara. Mentri lantas membacakan dakwaan untuk Apama yakni pembunuhan terhadap Dhurdhara dan meracuni Bindusara serta percobaan pembunuhan terhadap Nandini. Dadima bertanya2 karena mentri mengatakan “percobaan pembunuhan”(Dadima mikirnya kan Nandini sudah mati). Lalu mentri meminta ijin Chandra untuk mendatangkan para saksi. Chandra mengijinkan dan mentri memanggil saksi pertama yang tidak lain adalah wanita aneh suruhan Apama.Mentri menyuruh wanita itu bicara tapi wanita itu terdiam. Chandra pun membentaknya dan wanita itu mengatakan yang sebenarnya kalau memang dirinya yang membuat racun2 tersebut karena Apama adalah gurunya yang tidak bisa ditolak perintahnya. Seluruh yang hadir terkejut mendengarnya. Wanita aneh itu meminta maaf, mentri menyuruh prajurit membawanya lalu mentri mengatakan pada Chandra untuk memanggil saksi kedua. Nandini melangkah memasuki aula, semua yang hadir kembali terkejut melihat Nandini masih hidup.
loading...


BACA CERITA SELANJUTNYA

loading...

Saat selendang Nandini tersangkut pakaian Chandra, Nandini kembali memberikan Bindusara pada Chandra lalu mencoba menarik selendangnya tapi yang terjadi malah Nandini hampir terjatuh

Simantap News

loading...
Simantap News    Saat selendang Nandini tersangkut pakaian Chandra, Nandini kembali memberikan Bindusara pada Chandra lalu mencoba menarik selendangnya tapi yang terjadi malah Nandini hampir terjatuh, Chandrapun memeganginya dan mereka berdua saling berdekatan dan berpandangan :-*  
loading...


isi 2
loading...

isi 3
loading...


BACA CERITA SELANJUTNYA

loading...

Kisah Chandra dan Nandin, Jaimnya saat adegan Romantis" Tayang Jumat, 26 Januari 2018

Simantap News

loading...
Simantap News   
Di kamarnya Helena mondar mandir dengan kekesalannya, Apama hanya diam mendengarkan semua keluhan Helena menghenai Roopa yang memperlakukannya seperti pelayan. Helena meminta pendapat ibunya dan Apama berkata agar mereka menunggu saat yang tepat untuk melenyapkan Roopa. Helena menanyakan caranya, Apama menyuruhnya mendekat dan menjelaskan rencananya. Helena pun memuji ide sang ibu
Di ruang bawah tanah Nandini melepaskan perhiasan2nya dengan emosi, Chandra datang dan menawarkan bantuan tapi Nandini menolak, Chandra bersikeras membantunya. Nandini kemudian mulai mengamuk karena cemburu dan nbertanya apa yang dilakukannya tengah malam dikamarnya ini. Chandra menjawab kalau dirinya sudah menikahinya tadi dan sekarang harus menghabiskan malam bersamanya malam pernikahan dengan hantu. Nandini menyuruh Chandra berhenti memanggilnya hantu dan Chandra menyuruh Nandini untuk tidak memanggil nya kera. Lalu Chandra berbaring di ranjang Nandini dan Nandini bertanya apa yang akan dilakukannya. Chandra menjawab kalau dia tidak suka dirinya disini maka akan pergi dan Chandra pun hendak pergi tapi Nandini melarang dan mengatakan agar tetap tinggal bersamanya.
A post shared by sinopsis chandra nandini anTV (@chandranandiniantv) on
loading...


Nandini hendak berbaring dan Chandra memberikan tanganya untuk dijadikan alas tapi Nandini menolak, Chandra pun hendak menarik tangannya tapi Nandini menariknya kembali dan tidur dengan beralaskan tangan Chandra. Nandini lalu pura2 tidur dan menjatuhkan diri ke bahu Chandra lantas pura2 mendengkur. Chandra meliriknya lalu memeluknya dengan erat dan pura2 tidur, Nandini diam2 menatap Chandra yang tersenyum dan Nandini pun semakin mempererat pelukannya pada Chandra.
Pagi harinya, Nandini diam2 menulis surat dan memberikan segel kerajaan disuratnya lalu Nandini keluar kamar Chandra dan memanggil pelayan agar mengirimkan suratnya pada Guru Adinarayan, pelayan membawa surat tersebut dan Nandini berbicara sendiri, “Guruku tau segalanya tentang aku dan ketika dia datang atas undanganku Roopa tidak akan mengenalinya dan dia pasti akan tertangkap”.
Roopa bercerita pada Sunanda tentang hantu Nandini. Sunanda pun mengira Roopa terlalu banyak merokok hingga berhalusinasi. Dhurdhara kemudian masuk membawa dupa dan memgatakan tentang hantu Roopa lalu kembali mengasapi seluruh kamar.
loading...

Malayketu menggerutu di kamarnya dan teringat saat Chandra menikahi Nandini untuk kedua kalinya, saking kesalnya tanpa sadar tangan Malayketu terluka saat mengiris apel dengan pisaunya, Malayketu lalu mengatakan bahwa impiannya adalah menikahi Nandini tapi kenyataan berbicara lain, Malayketu berkata bahwa seharusnya dirinyalah yang berada di tempat tadi. Chandra muncul dan bertanya tempat apa yang dimaksud olehnya. Malayketu dengan gugup menjawab bahwa seharusnya dirinya yang berada di tempat Chaya ketika Roopa mendorongnya, Malayketu pun menghampiri Chaya diranjang yang masih tak sadarkan diri. Chandra pun bertekad dalam hati untuk tidak melepaskan Roopa begitu saja lalu Chandra berbicara pada Malayketu, “Chaya akan segera pulih dan Roopa sudah tidak ada lagi..aku sangat bahagia kau selalu disini untuk Chaya”. Malayketu membalas bahwa drnya sangat mencinta Chaya dan tidak bisa hidup tanpanya.
Di aula, prajurit memberitau tentang kedatangan Guru Adinarayan, Chanakya menatap Chandra dan berkata bahwa dirinya tidak mengundangnya, Chandra menyuruh prajurit mempersilahkan Guru Adinarayan masuk.
loading...



Guru Adinarayan masuk dan memberi salam lalu Guru Adinarayan menjelaskan bahwa dirnya adalah guru Nandini dan Nandini yang mengundangnya. Chandra mempersilahkan Guru Adinarayan duduk dan berpikir, “aku tau Nandini melakukan ini untuk mengungkap kebenaran akan Roopa tapi ini bukan lah waktu yang tepat karena Bharti belum dibebaskan”. Guru Adinarayan lalu berbicara pada Chandra ingin bertemu dengan seluruh keluarganya dan akan memberkatinya, Chandra menyuruh pelayan memanggil seluruh anggota keluarga kerajaan, Chanakya berbisik pada Chandra mengapa dia melakukan semua ini, Chandra pun menjawab bahwa dirinya tidak tau menau akan semua ini dan sekarang sudah sangat terlambat untuk melakukan sesuatu.
Dadima muncul di aula bersama wanita2 yang lain, Chandra saling lirik dengan Chanakya. Sementara Nandini mengintai dari lantai atas dan berkata bahwa Roopa akan tertangkap kali ini. Roopa kemudian muncul dan Avantika bertanya pada Roopa apakah masih mengenal lelaki yang berdiri dihadapannya,  Roopa memandang Guru  Adinarayan, Nandini merasa senang karena Roopa pasti tidak akan mengenali gurunya.
Roopa lalu berbicara, “bagaimana mungkin aku tidak mengenalinya ibu..dia Guru Adinarayan”. Chandra dan Nandini pun terkejut, Roopa lalu meminta berkat pada Guru nya dan mengatakan pada Chadra bahwa Guru Adinarayanlah yang berada dibalik ilmu2nya selama ini. Chandra pun bertanya2 apakah Nandini yang ada dihadapannya tapi Chandra terkejut melihat Nandini di lantai atas lalu memberi kodeRooa lalu meminta guru Adinarayan memberikan berkat pada semua anggota keluarganya.  Bergiliran seluruh anggota kerajaan memberi salam pada Guru Adinarayan. Roopa lalu mengatakan pada Chadra bahwa dirinya ingin memasak untuk Guru nya dan Roopa beranjak pergi. Chandra berpikir bahwa untung saja kebenaran akan Roopa tidak terungkap tapi Chandra merasa harus berbicara pada Nandini.
Chandra berbicara dengan Nandini di ruang bawah tanah. Dan bertanya apa yang sudah dia lakukan, Nandini menjawab, “sesuatu yang seharusnya kau lakukan..jika Roopa mengenali guru ku kenapa kau tidak bertanya padanya mengenai kitab sansekerta..dia pasti tidak tau apa2 dan kita akan menang”, Chandra berkata bahwa dia seharusnya memberitaunya lebih dulu. Nandini berkata lain kali akan memberitaunya tapi Nandini curiga ada seseorang yang sudah memberitau Roopa tentang guru Adinarayan.
  Roopa bersama Sunanda dan Sunanda bercerita (flashback saat Sunanda bertanya pada pelayan siapa yang datang dan pelayan memberitau kalau Guru Adinarayan yang datang lalu Sunanda menyeret Roopa dan memberitau semua mengenai Guru Adinarayan), Roopa pun memuji Sunanda yang selalu bersamanya.
Chandra masih berbicara dengan Nandini dan memintanya memberitau semua rencananya, Nandini bertanya mengapa dirinya harus membertau semuanya dan apakah dirinya tidak dibolehkan mengambl keputusan sendiri. Chandra menjawab, “boleh2 saja tapi sekarang aku ada misi rahasia dan aku akan memberitaumu nanti”. Nadini bertanya apakah dia tidak mempercayainya. Chandra pun berkata, “aku akan memberitaumu tapi tunggu beberapa waktu lagi..percayalah padaku”.
Chandra menemui Chanakya dan Chanakya memberikan surat Padmananda pada Chandra, Chandra pun membacanya dimana padmananda mengatakan jika dalam waktu 2 hari tidak mendapatkan Nandini maka Bharti akan dilenyapkan. Chandra pun berjanji pada Chanakya tidak akan membiarkan mereka melenyapkan Bharti. Dan Chandra berjanji dengan surat ini akan menunjukkan pada Nandini tentang siapa ayahnya yang sebenarnya, Chandra berkata akan mengirim Roopa sebagai Nandini dan kemudian Padmananda akan menghabisi Rooa atau sebaliknya. Chanakya bertanya bagaimana dia akan meyakinkan Roopa untuk pergi menemui Padmananda, Chandra meminta Chanakya menyerahkan semua itu padanya.

BACA CERITA SELANJUTNYA

loading...

Kisah Chandra dan Nandini " Jebakan untuk Roopa dan Nandini Cemburu berat" Tayang Jumat, 26 Januari 2018

Simantap News

loading...
Simantap News   
Roopa berada digudang dan baru tersadar, Roopa pun bertanya2 mengapa dirinya ada digudang lalu bergegas keluar. Chandra Nandini masih mengobrol tapi kemudian Nandini melihat bayangan Roopa yang hendak masuk ke kamar, Chandra melihat arah tatapan Nandini ke pintu dan terkejut melihat Roopa disana, Chandra lalu melihat Nandini yang ternyata sudah bersembunyi, Chandra pun memaksakan senyum dan menyapa Roopa dengan memanggil nama Nandini.
Roopa tersenyum sambil memegangi kepalanya, Chandra membawa Roopa ke kamar dan menggoda Nandini dengan pura2 membelai wajah Roopa sambil merayunya.  Nandini yang bersembunyi tak jauh didekat mereka merasa kesal lalu saat Chandra menatapnya Nandini memberi kode kalau dirinya ingin keluar. Roopa bertanya pada Chandra apakah mereka sudah benar2 menikah, Chandra memberi penjelasan sambil menunjukkan sndoor yang teroles didahinya, Roopa memegang sindoornya dan merasa bingung lalu berpikir apakah Chandra menikahi hantu Nandini. Chandra kembail membelai wajah Roopa dan memeluknya, Nandini pun melotot dari tempat persembunyiannya dan mengambil belati lalu mengacungkannya pada Chandra. Tapi Chandra terus menggoda Nandini dengan bersikap mesra pada Roopa. Nandini pun semakin kesal. 
loading...


Kisah Chandra dan Nandini " Jebakan untuk Roopa dan Nandini Cemburu berat" Tayang Jumat, 26 Januari 2018
 
Roopa berpikir bahwa dirinya tidak pernah tau kalau Chandra begitu mesra pada Nandini, Nandini pun sukses cemburu melihat Chandra Roopa. Chandra lalu mengecup kening Roopa dan kembali memeluknya sembari memberi tanda pada Nandini agar segera keluar kamar. Sinopsis Chandra Nandini 
Nandini keluar kamar sambil mengomel, Nandini terus berjalan di koridor dan Dhurdhara juga sedang berjalan kearahnya, beruntung selendang Nandini tersangkut hingga Nandini berjongkok untuk menariknya dan Dhurdhara tidak melihat kehadirannya.
Chandra melepaskan diri dari Roopa dan memberikan alasan sedang capek tapi Roopa terus berusaha memeluknya, Dhurdhara datang dan dengan malu2 mengatakan kalau Dadima yang memintanya mengantar susu lalu Dhurdhara meletakkan susu yang dibawaya ke meja dan buru2 pergi. Roopa kembali memeluk Chandra dan membaringkannya diranjang, Chandra pun ketakutan melihat Roopa yang sudah tidak bisa menahan diri. Chandra bangun dan mengatakan ingin meminum susu. Lalu
loading...

 Chandra mengambil susu dan meminumnya sedikit kemudian Chandra memberikan pil tidur didalamnya. Chandra memberikan susunya pada Roopa yang langsung menenggaknya. Roopa kembali memeluk Chandra dan membelai wajahnya seraya berkata sangat mencintainya. Chandra semakin ngeri tapi kemudian Roopa pun jatuh tak sadarkan diri, Chandra bersyukur bisa selamat dari keganasan Roopa (hahaha..).
Dhurdhara berjalan di koridor sambil mengolok dirinya sendiri yang masuk ke dalam kamar pengantin tanpa mengetuk pintu terlebih dulu tapi kemudian Dhurdhara terkejut melihat Nandini yang tengah melintas. Dhurdhara dengan rasa penasaran mengikuti Nandini dan melihatnya masuk ke dalam penjara, Dhurdhara pun berpikir bahwa itu hantu Roopa yang datang untuk membalas dendam. Dhurdhara yang ketakutan pun menangis dan kabur.
loading...


BACA CERITA SELANJUTNYA

loading...

Kisah Chandra dan Nandini, "Pernikahan Ulang" Tayang Jumat 26 Januari 2018

Simantap News

loading...
Simantap News   Kisah Chandra dan Nandini, "Pernikahan Ulang" Tayang Jumat 26 Januari 2018
Pemujaan dimulai menyambut Chandra yang berjalan menuju mandap, Chandra menatap tempat disebelahnya dan berharap Nandini akan menggantikan tempat Roopa karena dirinya tidak mau menikahi Roopa. Nandini muncul dan Chandra bertanya2 apakah dia Nandini atau Roopa. Nandini lalu duduk diseblah Chandra dan tersenyum. Chandra terus memperhatikan Nandini. Nandini pun menatap Chandra lalu memegang tangannya. Melihat keagresifannya Chandra mengira dia adalah Roopa dan Chandra bertanya2 kembali dimana keberadaan Nandini. Pendeta memberikan karangan bunga pada masing2 mempelai. Nandini mengalungkannya pada Chandra, begitu juga sebaliknya.

Pendeta lalu memulai proses pernikahan, pendeta mengatakan bahwa kedua memulai harus memulai ritualnya. Nandini mengulurkan tangannya pada Chandra tapi Chandra berpikir dirinya tidak bisa menikahi Rooopa dan pendeta mengulangi perintahnya agar Chandra meletakkan tangan kanannya. Chandra berdiri dan berkata tidak bisa menikah sekarang. Semua yang hadir pun terkejut. 
loading...


Moora dan Dadima menghampiri Chandra lalu bertanya apa yang dia katakan. Chandra bingung menjawab dan hanya berkata akan menjelaskannya nanti. Nandini berdiri dan berbicara pada Dadima dan Chandra. Nandini menceritakan kisah mereka di Patalgram dan berbisik memanggil Chandra dengan sebutan “kera” seperti biasa, Chandra pun senang melihat ternyata Nandini yang dihadapannya. Dadima menyuruh mereka melanjutkan pernikahan.
Chandra kembali duduk dan memulai pernikahan ulangnya dengan Nandini. Malayketu merasa kesal memperhatikan mereka. Dadima lalu menyuruh Helena mengikat selendang pernikaha keduanya. Helena melakukannya sambil cemberut. Pendeta meminta kedua mempelai mengelilingi api suci. Semua yang hadir lalu melempar bunga pada keduanya. Chandra teringat pernikahan terpaksanya pertama kali dengan Nandini dan janjinya yang akan menghancurkan kehidupan Nandini, kini Chandra berpikir berjanji akan membuat Nandini bahagia selalu. Nandini juga mengingat hal yang sama dan berpikir hal yang sama dengan Chandra. Ritual terakhir Chandra mengoleskan sindoor dan memasang mangalsutra. Pendeta lalu menyuruh kedua mempelai meminta berkat pada yang lebih tua, Chandra Nandini meminta berkat Dadima dan keduanya lalu saling tatap. Nandini berbicara dalam hati bahwa akhrnya menemukan lelaki impiannya dan menikah dengannya sementara Chandra berkata dalam hatinya bahwa mulai hari ini Nandni adalah teman hidupnya dalam artian yang sebenarnya.
loading...

Nandini duduk diranjang dan menutupi wajahnya dengan kerudung pernikahan. Chandra datang dan kembali bertanya2 apakah dia Roopa ataukah Nandini. Chandra menghampiri Nandini dan membuka kerudung yang menutupinya dengan perlahan, keduanya sama2 saling berpikir. Chandra lalu bertanya bagaimana penampilannya dan Nandini menjawab bahwa dia terlihat tampan. Chandra pun berpikir Nandini selalu memanggilnya “kera”. Nandini lalu berbicara mengenai Roopa. Chandra kembali bertanya apakah dia Nandini, Nandini mengiyakan lalu Chandra bertanya bagaimana dia bisa menggantikan tempat Roopa, Nandni pun mulai bercerita pada Chandra (flashback saat Roopa menatap dirinya di cermin sendirian memuji kecantikannya dalam balutan pakaian pernikahan, Nandini muncul memakai pakaian yang sama dan bersikap layaknya Roopa, Roopa bertanya pada Nandini dan Nandini menjawabnya. Roopa ketakutan dan mengusir hantu Nandini, Nandini tertawa dan mengejeknya lalu membentaknya, Roopa pun pingsan lalu Nandini menghirupkan aroma herbal pada Roopa agar pulas), Chandra Nandni pun tersenyum.
loading...


BACA CERITA SELANJUTNYA

loading...

Kisah Chandra dan Nandini, "Helena ngamuk nggak rela Chandra menikah dengan Roopa" tayang Kamis 25 Januari 2018

Simantap News

loading...
Simantap News   
Kisah Chandra dan Nandini, "Helena ngamuk nggak rela Chandra menikah dengan Roopa" tayang Kamis 25 Januari 2018
 
Helena mengamuk dikamarnya, Roopa mucul dan bertanya dengan nada mengejek. Helena pun memakinya dan berkata bahwa Chandra adalah miliknya. Roopa dengan santai menanggapi, “Chandra menjadi milikmu karena kau menikah dengannya tapi hanya sampai hari ini dan besok ketika aku menikah dengannya maka Chandra akan menjadi milikku..kau memberiku ide untuk ini..terima kasih..kau menghinaku dan sekarang lihatlah hasilnya..nenek mempersiapkan pernikahanku dan sekarang kau akan melukis mehendiku Helena sayang.. dan kalau kau menolak maka kau dan Chandra tdak akan pernah bisa bersama2 lagi”. Helena mendebatnya. Tiba2 Dadima muncul dan bertaya apa yang mereka bicarakan. Roopa dan Helena terkejut. Roopa lalu mengambil berkat Dadima, Dadima lalu berkata pada Helena bahwa dia mendapat pakaian baru untuk pernikahan sambil menunjukkan nampan berisi pakaian. Dadima lalu bertanya pada Roopa apa yang sedang dibicarakanya dengan Helena. Roopa sambil memeluk bahu Helena berkata bahwa dirinya meminta Helena melukis mehendinya. Dadima menjawab bahwa Helena pasti akan melakukannya, Helena mengiyakan dan Dadima memeluk mereka berdua.
Chanakya tengah mempelajari peta dimana Padmananda bersembunyi, Chandra menemuinya dan Chanakya berkata bahwa peta itu akan membantu mereka menyerang Padmananda. Chanakya dan Chandra kemudian membahas rencana mereka. 
loading...


Helena menghias tangan Roopa dengan mehendi, mereka pun saling lirik. Dadima dan Moora memperhatikan mereka. Helena selesai dengan lukisanya dan hendak pergi tapi Roopa menghentikanya dan mengatakan bahwa dia tidak meukis denga benar nama Chandra. Dadima mendukung ucapan Roopa dan menyuruh Helena memperbaikinya agar Chandra tidak bisa menemukan namanya, Helena kembali dengan emosi dan melukis lagi. Roopa pun berbisik padanya bahwa secepatnya Chandra akan menjadi miliknya dan Roopa menyuruh Helena menghias kamarnya. Helena terkejut dan menjatuhkan wadah mehendi hingga mengotori gaunnya, Roopa pura2 perhatian pada Helena. Helena beranjak pergi dan Dhurdhara menghalanginya sambil bertanya. Helena menatap tajam dan beranjak pergi.
Dadima memeriksa mehendi Roopa dan memujinya lalu berbicara padanya. Tiba2 Roopa melihat Nandini dilantai atas memakai kostum pelayan. Nandini bergumam, “Roopa..beginilah kau bermain2 denganku”. Roopa menarik tangannya dari Dadima dan Dadima bertanya, Roopa menjawab akan segera kembali lalu bergegas pergi mencari Nandini.
Roopa memeriksa semua pelayan di lantai atas tapi tidak ada yang menyerupai Nandini. Roopa berpikir bahwa sepertinya dirinya mengira pelayan itu Nandini karena Nandini sudah meninggal.
Roopa dengan bahagia memandangi mehendinya di kamar, Roopa mendengar langkah kaki dan mengira Chandra yang datang, Roopa pun memnta bantuan Chandra untuk menggaruk punggungnya yang gatal karena tanganya sendiri penuh mehendi. Sebuah tangan menyentuh bahunya, Roopa membalikkan badan dan melihat Nandini. Roopa terkejut dan terjatuh lalu Nandini menghampirinya dan Roopa berlari keluar seraya berkata bahwa Nandini sudah mati.
Roopa berlari dan menabrak Chandra, Chandra pun bertanya dan Roopa menjawab dengan gugup bahwa dia telah kembali. Chandra bertaya siapa yang dimaksud lantas mengajaknya kembali ke kamar. Dan di kamar Nandini berdiri di balkon, Roopa menolak untuk masuk tapi Chandra memaksanya, Roopa menunjukan keberadaan Nandini di balkon, Chandra pura2 tidak melihat Nandini, dia menghampiri balkon dan Roopa berkata bahwa Nandini berdiri disebelahnya, Chandra berpura2 mencari2 keberadaan hantu yang dimaksud oleh Roopa. Roopa terus ketakutan, Chandra menghampirinya dan memeluknya seraya berkata bahwa mungkin dia sedang lelah. Nandini berjalan menghampiri Roopa dan Roopa bersembunyi dibalik tubuh Chandra. Nandini hanya menatap tajam pada Roopa dan berjalan ke arah keluar. Roopa masih saja ketakutan dan Chandra masih berpura2 tidak melihat apapun.
Chandra lalu membaringkan Roopa di ranjang dan menyelimutinya. Chandra menunggu hingga Roopa benar2 terlelap lalu Chandra beranjak keluar kamar. Nandini menemuinya dan menatapnya dengan tajam lalu bertanya dengan nada cemburu mengapa dia tadi memeluk Roopa sedemikian eratnya. Chandra kembali menggodanya dengan berkata bahwa dirinya hanya membantu Roopa supaya tenang. Nandini bertanya apakah dia tidak bisa membantu Roopa dengan menjaga jarak. Chandra pun bertanya apa yang terjadi dengannya. Nandini pun berkata terserah akan apa yang akan dia lakukan lalu bergegas pergi, Chandra tersenyum dan berkata, “aku tau aku akan menikah denganmu besok”.
loading...

Keesokan harnya Roopa bersiap dengan pakaian pernikahannya. Helena datang bersama Dhurdhara, Dhurdhara memuji kecantikan Roopa dan Helena menatapnya dengan tajam, Dhurdhara pun meralat ucapannya dan menghampiri Roopa. Roopa lalu mendekati Helena dan memuji cincin Helena, Roopa ingin Helena memberikannya padanya. Roopa lantas berbisik pada Helena, “jika kau tidak berikan cncin itu aku tidak akan ke mandap dan nenek akan bertanya padaku maka aku akan menceritakan semuanya”. Helena lalu membuka cincinnya dan meletakkanya di meja rias Nandini kemudian beranjak pergi tapi Roopa mencengkeram lengannya dan melarangnya pergi. Roopa juga kemudian memberi perintah agar semua pelayan keluar karenaHelena yang akan membantunya bersiap2, Helena lalu memasangkan cincin di tangan Roopa, Roopa juga menyuruhnya memasang gelang kakinya, Dhurdhara terkejut dengan keberanian Roopa dan lebih terkejut lagi saat melihat Helena dengan patuh menuruti perintah Roopa. Dhurdhara mulai berandai2 kembali (Helena memasang gelang kaki pada Dhurdhara). Dhurdhara tersadar dan berpikir kapan dirinya bisa bersikap pada Helena seperti Roopa tadi dan ketika keinginan itu terwujud mungkin dirinya harus menikah ulang dengan Chandra . Roopa berbisik pada Helena bahwa hari ini hanya cincin dan dalam hitungan jam maka suaminya akan menjadi miliknya juga.
loading...


Diruang bawah tanah Nandini mondar mandir dengan begitu cemas sambil berbicara sendiri mengatakan bahwa Chandra dan Roopa tidak boleh menikah. Sementara dua teman Chandra tengah merias Chandra sambil menggodanya. Chandra pun menanggapi candaan mereka dan berbcara dalam hati, “Nandini..aku harap kau menemukan cara karena aku ingin menikah denganmu..aku tau aku selalu bertengkar dengamu setiap saat tapi aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu”.

BACA CERITA SELANJUTNYA

loading...

Kisah Chandra Nandini " Nandini terkejut mendengar kabar dari Chandra mengenai pernikahan ulang Chandra Roopa", tayang Kamis 24 Januari 2018

Simantap News

loading...
Simantap News   
Dadima berbicara pada Moora tentang pernikahan ulang Chandra Nandini (Chandra Roopa kalo ini mah..), Moora menanggapi dengan riang dan mengatakan bahwa itu berita bagus, Moora berkata akan berbicara pada pendeta dan membuat persiapan.
Nandini di ruang bawah tanah merasa kelaparan dan menunggu2 kedatangan Chandra, Chandra kemudian muncul membawa makanan dan Nandni langsung merebutnya lalu makan dengan tergesa2. Chandra tertawa dan Nandini bertanya. Chandra mengatakan bahwa cara makan dia seperti Roopa. Nandini memintanya untuk tidak membanding2kan dirinya dengan Roopa yang sudah merusak namanya. Chandra lalu menggoda Nandini denga berkata bahwa dirnya tadi bermesraan dengan Roopa. Nandini pun geram dan berkata tidak akan melepaskan Roopa. Chandra pun bertanya mengapa dia tidak ingin orang lain menyentuh dirinya dan Nandini terdiam lalu mencari alasan bahwa hanya Roopa yang tidak diperbolehkan.
 
loading...


Dhurdhara tengah melintas dan melihat Roopa yang duduk dengan tidak beraturan disinggasana kamar Helena. Dhurdhara menghampirinya dan bertanya, Roopa salah tingkah dan kembali bersikap sopan seperti Nandini. Dhurdhara lalu meminta maaf karena dirinyalah Roopa menerima hukuman, Roopa menjawab bahwa ini bukan kesalahannya. Tapi Dhurdhara berkata meski tidak menyukai Roopa tapi senang ketika Roopa menampar Helena dan Dhurdhara menambahkan kalau dirinya juga ingin menampar Helena jka memiiki keberanian seperti Roopa. Roopa melihat kemunculan Helena dan terus bertanya pada Dhurdhara, Dhurdhara pun menceritakan keburukan Helena dan Helena menghardiknya. Dhurdhara panik dan berkata bahwa dirinya hanya memberitau Nandini (Roopa) agar jangan duduk disinggasananya lalu seperti biasa Dhurdhara mengatakan kalau Moora memanggil nya lantas Dhurdhara beranjak pergi. Roopa lalu pura2 mengantuk dan mengatakan pada Helena bahwa besok akan ada hadiah khusus untuknya, Roopa pun berkata sekarang akan menghabiskan waktu bersama Chandra kemudian beranjak pergi.
loading...

Chandra tengah berlatih pedang dengan prajuritnya. Roopa datang dan memperhatikannya. Chandra melihat kedatangannya dan berpikir bahwa ini saat yang tepat karena Roopa pasti tidak tau tentang pedang seperti Nandini. Lalu Chandra menyapa Roopa dan berbicara mengajaknya berlatih pedang. Roopa kebingungan berjalan menghampiri Chandra, Chandra pun tersenyum melihat kepanikan Roopa. Roopa mengatakan agar lain hari saja tapi Chandra bersikeras. Sinopsis 
Roopa lalu menghampiri meja dan mengambil pedang dengan tangan kirinya , Chandra memperhatikan sambil tersenyum lalu bertanya mengapa memakai tangan kiri. Nandini menjawab kalau dirinya hanya tengah memeriksa pedangnya dan Rooa baru sadar kalau pedang itu begitu berat, setelah itu Roopa bertarung dengan Chandra dengan susah payah karena Roopa sama sekali tdak pernah berlatih pedang, Chandra berhasil menakut2i Roopa dengan menodongkan pedang dilehernya seraya bertanya apa yang terjadi padanya karena dia terlihat seperti baru pertama kali memegang pedang.
Dadima dan Moora muncul sambil membawa pakaian untuk pernikahan lalu Dadima berbicara pada Chandra bahwa dirinya ingin melihat pernikahannya sekali lagi karena tidak bisa menghadiri pernikahannya dulu. Chandra pun terlihat bingung memikirkannya.
loading...


Nandini terkejut mendengar kabar dari Chandra mengenai pernikahan ulang Chandra Roopa dan Nandin berkata bawa dia tidak boleh menikah dengan Roopa. Chandra menggoda Nandini dengan berkata kalau Roopa sangat mencintainya dan ini rencana Roopa. Nandini semakin panik. Chandra pun semakin menggodanya dan mengatakan agar dia hentikan pernikahannya kalau dia mau. Nandini pun beralasa bahwa dirinya tidak masalah jika dia menikah lagi tapi Nandini mengingatkan Chandra akan pesan Chanakya bahwa dia harus meminta ijin ratu pertama dulu. Chandra pun membalas bahwa bagi dunia dirinya akan menikahi Nandini dan bukan Roopa. Chandra menambahkan bahwa ini juga permintaan Dadima. Nandini pun bertanya bagaimana kalau besok2 Dadima menyuruhnya tidur dengan Roopa. Chandra tersenyum malu2 menjawabnya dan Nandini semakin keki lalu mendorong tubuh Chandra dan membentaknya kemudian panik dengan sendirinya, Chandra tersenyum senang melihat kepanikan Nandini. Nandini kembali bertanya, ”bagaimana kau melakukan semua ini..kau pernah berkata padaku kalau kau tidak menyukai Roopa kan..”. Chandra lalu berkata kalau dirinya hanya bercanda. Nandini pun berkata bahwa dia adalah Raja Magadha dan bisa melakukan apa yang dia inginkan lalu Nandini duduk dengan emosi. Chandra pun beranjak pergi sembari berpikir, “Nandini..aku tau kau tidak akan membiarkan pernikahan ini terjadi atau kau akan menggantikan tempat Roopa sebagai gantinya”.

BACA CERITA SELANJUTNYA

loading...

Terbongkarnya kebohongan Roopa, chandra nandini tayang Kamis 24 Januari 2018

Simantap News

loading...
Simantap News    Roopa berlari mencari2 Nandini dan dia terjatuh karena terpeleset, Roopa tidak melihat Nandini lagi. Chandra menepuk bahunya dan Roopa terkejut bukan main karena ketakutan. Chandra pun bertanya, Roopa berpikir bahwa yang tadi pasti bukan Nandini karena Nandini sudah mati dan Roopa mengatakan pada Chandra bahwa dirinya merasa melihat seseorang yang tengah memata2inya. Chandra berkata bahwa iu tidak mungkin dan Chandra kembali mengajaknya ke kamar lalu Chandra berpura2 menunjukkan perhatiannya dengan mengelap keringat dingin di dahi Roopa, Nandini kembali melintas didalam kamar dan Roopa terkejut lagi melihatnya. Dengan gugup Roopa mengatakan bahwa Sunanda memanggilnya dan Roopa beranjak pergi, Chandra pun tersenyum. Sinopsis
Helena mendatangi ibunya di kamar dan berkata bahwa Roopa sudah dengan mudahnya mengambil tempat Nandini, Apama pun meminta Helena berpikir tentang rencana mereka selanjutnya dan bagaimana jika Roopa memberitahukan kebenarannya pada Chandra. Helena berkata bahwa Ropa tidak akan melakukannya. Apama menyahut bahwa mereka tidak memiliki bukti untuk melawann Roopa jadi mereka harus bergabung dnegan Roopa dan memikirkan rencana selanjutnya nanti. 
loading...


Nandini mendatangi Chandra dan bertanya apakah Roopa ketakutan. Chandra  mengiyakan dan mengatakan bahwa dia bisa benar2 meyakinkan menjadi seorang hantu. Chandra lalu menggoda Nandini dan mereka berdua pun tertawa2.
Roopa menemui Sunanda dan berbicara dengannya, Helena muncul bersama ibunya. Apama mengatakan akan membantunya tapi dia harus menyembunyikan tentang keterlibatannya selama ini. Roopa berkata bahwa dirinya adalah Nandini dan ratu pertama Magadha. Apama menyahut bahwa bagi dirinya dia adalah Roopa. Roopa menunjukkan tidak ada tanda di belakang cuping telinganya da berkata akan mmberitau Chandra tentang semuanya, Apama dan Helena terkejut tapi kemudian Roopa tertawa terbahak2 dan bertanya apakah aktingnya bagus lalu Rooa berkata jka dirinya memiiki syarat untuk tutup mulut yakni Helena dan ibunya harus menjadi pelayannya. Helena lalu mengatakan bahwa dirinya tidak akan pernah menjadi pelayannya dan Helena hendak pergi tapi
loading...

Roopa membentaknya dan berkata bahwa itu artinya dia tidak akan tinggal di istana ini lagi, Apama pun berbicara pada Helena. Roopa mengatakan bahwa da tidak akan bisa membuktkan kalau dirinya adalah Roopa tapi Roopa berkata kalau dirinya  bisa merusak permainan mereka menjadi lebih buruk. Terbongkarnya kebohongan Roopa, chandra nandini tayang Kamis 24 Januari 2018
Helena menghampirinya sembari berbicara, “Roopa..jangan lupa aku adalah seorang istri sedangkan kau tidak pernah menikah dengan Chandra..jangan sok pintar dihadapanku dan berhati2lah..statusmu hanya istri sewaan saja”. Roopa memikirkan ucapan Helena lalu menangkupkan tangan pada Helena dan mengatakan, “maaf Helena..aku akan berada dalam batasanku”, Helena dan Apama pun beranjak pergi. Roopa lalu mengatakan dengan penuh kegeraman akan memberi pelajaran pada Helena.
loading...


Pagi harinya, Roopa menemui Dadima, Dadima yang tidak mengetahui bahwa yang dihadapannya adalah Roopa berkata bahwa dirinya yakin Nandini-nya akan kembali. Roopa pun berkata, “aku selalu cemas ketika Roopa menculikku..aku selalu merindukan Chandra dan dirimu nenek..ketika aku menikah dengan Chandra kau tidak berada disini dan karena perselisihan diantara aku dan Chandra sudah selesai aku ingin menikah kembali dengan Chandra dan dengan kehadiran serta berkatmu nek..”, Dadima setuju kemudian Roopa pun memeluk Dadima tapi kemudian bertanya bagaimana dengan Chandra. Dadima berkata bahwa dirinya yang akan bicara pada Chandra. Roopa lalu beranjak pergi dan dalam hati bicara, “Helena..apa yang akan kau lakukan sekarang..”.

BACA CERITA SELANJUTNYA

loading...

Kisah Chandra Nandini Tayang Kamis 25 Januari 2018 “dengarkan apa kata hatimu Chandra..jika aku ingin menghabisimu maka itu sudah kulakukan sejak lama"

Simantap News

loading...
Simantap News   
Dadima berteriak memanggil Chandra dan berjalan menghampirinya di penjara. Dadima sambil menangis berbicara pada Chandra agar tidak melakukan hal tersebut pada Nandini tapi Chandra meminta maaf pada Dadima dan menyuruh pelayan membawa Dadima pergi, Avantika dan Sunanda kemudian datang untuk meminta pengampunan Nandini pada Chandra, Avantika berutut pada Chandra dan berkata bersdia menggantikan hukuman Nandini asal Nandini bebas tapi Chandra tidak peduli dan masuk ke dalam penjara Nandini lalu menutup pintu. Chandra kembali menatap Nandini hingga dinding terakhir yang menutup Nadini terpasang dengan baik. Chandra membuka mahkotanya dan terlihat sedih.
Sunanda dan Avantika masih duduk didepan pintu penjara, Sunanda mencoba menyadarkan Avantika yang terlihat shock dan berkata bahwa Nandini mungkin sudah tiada, Sunanda menyuruh pelayan membawa Avantika ke kamarnya. Sementara Roopa menunggu dengan cemas diruangannya, Sunanda lalu menemuinya dan menceritakan apa yang terjadi dengan Nandini. Sunanda menutupi Roopa dengan selimut dan mengajaknya pergi karena da sudah tidak bisa tinggal di istana lagi tapi Roopa menolak dan mengatakan bahwa pasti ada jalan keluar. Sunanda pun berkata bahwa mereka harus bertemu di tempat rahasia mereka.
Pagi harinya, Avantika melamun di jendela dan teringat akan Nandini kecil, Avantika lalu berteriak memanggil2 Nandini di kamarnya. Sunanda dan Radhika menemuinya, Sunanda mencoba menyadarkan Avantika bahwa Nandini sudah tiada. Avantika berteriak mengatakan bahwa Nandini masih hidup dan kemudian menangis histeris. Sunanda dan Radhika mencoba menenangkannya.
Dikamarnya, Chandra terus mengingat kebersamaannya bersama Nandini dan meneteskan air mata tapi dia juga menatap buku2 Nandini dengan amarah. Chandra lalu mengemasi semua buku2 dan pakaian Nandini lalu berteriak memanggil pelayan dan menyuruhnya membawa semua barang2 Nandini, Dadima memperhatikan dari ambang pintu lalu menghampirinya. Dadima lalu bertanya apakah dengan membuang semuanya dia akan membuang Nandini juga dari hatinya. Chandra membalas ucapan Dadima bahwa Nandini tidak pernah berada didalam hatinya dan Nandinilah yang membuatnya dalam kondisi seperti saat ini, Chandra berkata bahwa Nandini memang harus menghadapi hukumannya dan Chandra meminta Dadima melupakan Nandini karena dia sudah tiada lalu Chandra memeluknya sambil menangis.
Roopa berjalan menyelimuti dirinya menuju kolam istana lalu terjun kedalamnya dan Roopa muncul di sungai tengah hutan (jadi tuh kolam istana nyambung ke sungai di hutan), Roopa lalu menunggu Sunanda yang datang tak lama kemudian, Roopa berkata bahwa dirinya mencintai Chandra dan sekarang Nandini sudah mati. Roopa berkata tidak ingin melepaskan Chandra dan meminta bantuan Sunanda, Sunanda pun bertanya bantuan apa yang di inginkannya.
Keesokan harinya di pasar semua warga membicarakan tentang kematian Nandini. Mereka marahnkemudian berbondong2 hendak ke istana tapi prajurit Magadha menghentikan mereka dan bertanya. Warga menjawab ingin bertemu dengan Raja. 
loading...


Di aula, mentri memberitau kedatangan warga. Chandra mempersilahkan mereka untuk masuk. Para warga masuk dan bertanya pada Chandra mengenai mengapa dia melakuan semua  ini pada Nandini sementara rakyat Magadha sangat mencintai Nandini.  Tiba2 Nandini muncul (ini Roopa yaaa) dan bersuara, “aku masih hidup”, Roopa muncul dalam keadaan wajah penuh luka, Chandra pun terkejut melihatnya.
Roopa lalu berbicara dengan warga bahwa kematiannya hanyalah isu dan Roopa meminta mereka semua untuk pergi. Warga pun lalu beranjak pergi, Chandra menghampiri Roopa dan bertanya siapa dia, Roopa pun mengatakan bahwa dirinya adalah Nandini. Chandra kembali bertanya. Roopa pun menjelaskan, “ yang kau hukum adalah kembaranku..dia menculikku seama puja di desa..aku istrimu Chanra..itu Roopa yang kau kurung hidup2”. Chandra bertanya bagaimana bisa dia dipercaya. Roopa menjawab bahwa tidak ada yang mengetahui hal ini bahkan Avanika sekaipun, Roopa menambahkan bahwa hanya Sunanda dan ayahnya yang mengetahui tentang kembarannya karena Sunanda lah yang membawanya sesaat setelah kelahirannya, Roopa menyuruh Chandra memanggil Sunanda agar lebih tau kebenarannya. Chandra lalu menyuruh pelayan memanggil Sunanda.
loading...

Sunanda datang dan memberi salam, Sunanda melihat Roopa dan pura2 terkejut seolah2 melihat Nandini, Sunanda mendatangi Roopa dan memeluknya seraya berkata betapa bahagianya dirinya mlihatnya masih hidup. Chandra lalu beraya siapa yang telah dihukumnya. Sunanda menceritakan semuanya bahkan tentang tanda di balik cuping telinga Roopa dan Sunanda berkata bahwa Roopa kabur darinya setelah mengetahui kebenaran tentag Padmanada dan sejak itu tidak pernah melihatnya lagi. Chandra berjalan menghampiri Roopa dan mengajukan pertanyaan seputar Nandini untuk membuktikan bahwa dia benar2 Nandini. Roopa menjawab semuanya. Sunanda lalu menunjukkan bahwa tidak ada tanda di belakang cuping telinga Roopa dan Sunanda mengatakan bahwa dia adalah Nandini. Chandra pun berubah sikap dan merasa senang melihat Roopa, lalu Chandra memanggil pelayan dan memberi perintah agar membawa Nandini (Roopa) ke kamarnya. Sunanda kemudian pergi bersama Roopa.
Chandra ke ruangan dimana sebelumnya menghukum Nandini. Chandra lalu menghancurkan dinding yang dibuat untuk mengurung Nandini, kemudian Chandra masuk ke dalam dan membuka pintu rahasia yang berada dibawah lantai dan masuk. Nandini yang ternyata masih hidup dan ada disana tersenyum melihat kedatangan Chandra. (flashback saat Chandra menemui Nandini dipenjara sesaat sebelum hukuman untuk Nandini dijatuhkan, Chandra meminta Nandini menceritakan apa yang terjadi sesungguhnya dengan Chaya dan apakah dia benar2 telah mendorongnya. Nandini pun berkata, “dengarkan apa kata hatimu Chandra..jika aku ingin menghabisimu maka itu sudah kulakukan sejak lama..aku bisa saja mengatakan kebenaran tentang hubungan kita pada Dadima tapi aku tidak mengatakannya demi kesehatannya  dan jika kau masih berpikir aku yang berniat menghabisi Chaya oke lah katakan aku yang menghabisinya..jadi sekarang tolong katakan sebagai seorang suami apakah kau yakin istrimu akan melakukan hal tersebut ??”. Chandra mengulurkan tanganya pada Nandini dan Nandini menggenggamnya lalu bertanya, Chandra pun berkata bahwa dibutuhkan bantuannya untuk mengungkap yang sebenarnya. Flashback berakhir)
loading...


BACA CERITA SELANJUTNYA

loading...

Kisah Chandra Nandini Tayang Rabu 24 Januari 2018 " Nandini dipenjara karena kesalahannya"

Simantap News

loading...
Simantap News    Avantika menghampiri Chandra dan berkata bahwa Nandini tidak melakukan apapun dan Avantika memohon agar Chandra tidak memberi hukuman tersebut pada Nandini, Dadima juga menegur Chandra dan mengatakan bahwa Nandini tidak mungkin bisa melakukan hal2 tersebut tapi Chandra memanggil prajurit dan menyuruhnya membawa Nandini, Nandini berpikir bahwa Chandra sudah menganggapnya bersalah dan Nandini memutuskan untuk tidak mengatakan apapun. Chandra lalu berkata pada Nandini bahwa dia kini bukan ratu pertama lagi. Nandini pun membuka mahkotanya dan meletakkan mahkota itu di singgasananya lalu memakaikan kalung rantai pada Nandini, dan Avantika yang terus menangis pun memeluknya. Prajurit kemudian membawa Nandini ke penjara. Nandini menyempatkan diri untuk menatap Chandra  
loading...


Nandini berjalan menuju penjara dan teringat semua kenangan masa kecilnya di istana Magadha sembari berpikir bahwa istana ini mempunyai knangan manis dirinya bersama sang ayah dan juga bersama Chandra yang merupakan musuhnya tapi membuatnya jatuh cinta dan sekarang inilah yang terjadi. Beberapa orang wanita nampak membicarakan Nandini dan mereka mengatakan bahwa Nandini telah membuktikan jika dia adalah putri Padmananda.

Chanakya tiba di tempat persembunyian Padmananda, prajurit Padmananda masuk ke dalam gua dan memberitau mengenai kedatangan Chanakya. Padmananda merasa senang karena berpikir Nandini juga datang lalu dia menyuruh orang2nya membawa masuk dan memeriksa Chanakya. Chanakya kemudian masuk dan Padmananda menanyakan Nandini, Chanakya berkata kalau Nandini tdak bersamanya dan Chanakya menanyakan keberadaan putrinya. Padmananda menyuruh anak buahnya membawa Bharti keluar. Bharti dibawa keluar dan Bharti berteriak meminta bantuan Chanakya. Chanakya pun terlihat geram melihat perlakuan Padmananda. Padmananda kembali mengatakan agar dia segera membawa Nandini atau da akan dihabisi. Chanakya membalas agar membernya waktu untuk membawa Nandini. Padmananda un memberinya waku 7 hari dan jika Nandini tidak juga dibawa kepadanya maka Bharti akan dilenyapkan. Chanakya  lalu beranjak pergi.
Hukuman Nandini di mulai, Chandra melihat dengan mata kepalanya sendiri bagimana proses dinding untuk mengurung Nandini hidup2 di kerjakan. Chandra Nandini pun saling menatap dan teringat kenangan mereka saat di Patalgram.
loading...

Dadima berteriak memanggil Chandra dan berjalan menghampirinya di penjara. Dadima sambil menangis berbicara pada Chandra agar tidak melakukan hal tersebut pada Nandini tapi Chandra meminta maaf pada Dadima dan menyuruh pelayan membawa Dadima pergi, Avantika dan Sunanda kemudian datang untuk meminta pengampunan Nandini pada Chandra, Avantika berutut pada Chandra dan berkata bersdia menggantikan hukuman Nandini asal Nandini bebas tapi Chandra tidak peduli dan masuk ke dalam penjara Nandini lalu menutup pintu. Chandra kembali menatap Nandini hingga dinding terakhir yang menutup Nadini terpasang dengan baik. Chandra membuka mahkotanya dan terlihat sedih.
Sunanda dan Avantika masih duduk didepan pintu penjara, Sunanda mencoba menyadarkan Avantika yang terlihat shock dan berkata bahwa Nandini mungkin sudah tiada, Sunanda menyuruh pelayan membawa Avantika ke kamarnya. Sementara Roopa menunggu dengan cemas diruangannya, Sunanda lalu menemuinya dan menceritakan apa yang terjadi dengan Nandini. Sunanda menutupi Roopa dengan selimut dan mengajaknya pergi karena da sudah tidak bisa tinggal di istana lagi tapi Roopa menolak dan mengatakan bahwa pasti ada jalan keluar. Sunanda pun berkata bahwa mereka harus bertemu di tempat rahasia mereka.
Pagi harinya, Avantika melamun di jendela dan teringat akan Nandini kecil, Avantika lalu berteriak memanggil2 Nandini di kamarnya. Sunanda dan Radhika menemuinya, Sunanda mencoba menyadarkan Avantika bahwa Nandini sudah tiada. Avantika berteriak mengatakan bahwa Nandini masih hidup dan kemudian menangis histeris. Sunanda dan Radhika mencoba menenangkannya.
Dikamarnya, Chandra terus mengingat kebersamaannya bersama Nandini dan meneteskan air mata tapi dia juga menatap buku2 Nandini dengan amarah. Chandra lalu mengemasi semua buku2 dan pakaian Nandini lalu berteriak memanggil pelayan dan menyuruhnya membawa semua barang2 Nandini, Dadima memperhatikan dari ambang pintu lalu menghampirinya. Dadima lalu bertanya apakah dengan membuang semuanya dia akan membuang Nandini juga dari hatinya. Chandra membalas ucapan Dadima bahwa Nandini tidak pernah berada didalam hatinya dan Nandinilah yang membuatnya dalam kondisi seperti saat ini, Chandra berkata bahwa Nandini memang harus menghadapi hukumannya dan Chandra meminta Dadima melupakan Nandini karena dia sudah tiada lalu Chandra memeluknya sambil menangis.
loading...


BACA CERITA SELANJUTNYA

loading...

Kisah Chandra Nandini ANTV Rabu 24 Januari 2018 "Akhirnya Chandra selamat"

Simantap News

loading...
Simantap News   
Tabib2 sedang berusaha keras menyelamatkan Chandra. Moora, Helena dan Dhurdhara setia menunggu diluar sementara Nandini terus berdoa untuk keselamatan Chandra. Tabib2 melihat Chandra tidak bereaksi jadi mereka mendiskusikan untuk mencoba pengobatan yang berbeda.
Pelayan masuk ke ruangan Nandini membawakan makanan dan Nandini menanyakan keadaan Chandra. Pelayan memberitau bahwa Raja masih belum sadarkan diri. Nandini pun berkata tidak akan makan hingga Raja membaik.
Hari berganti hari dan 4 hari sudah berlalu, Nandini terus berpuasa dan berdoa untuk keselamatan Chandra, sementara itu Tabib berhasil membuat obatnya menunjukkan reaksi pada Chandra dan tabib mengatakan bahwa Raja sudah selamat dari maut dan di hari itu juga Nandini tergeletak karena puasanya sambil menyebut nama Chandra. Sinopsis Chandra Nandini   
loading...


Moora dan yang lain berkumpul di kamar Chandra, Chandra perlahan2 mulai tersadar. Tabib mengatakan agar Chandra tetap beristirahat. Chandra mencoba bangun dan menanyakan keberadaan Nandini. Helena mengatakan bahwa dia dalam keadaan seperti ini karena Nandinidan Helena juga mengingatkan apa yang terjadi pada Chaya dan bayinya semua karena Nandini. Chandra bersikeras bertanya di mana Nandini, Helena menjawab bahwa Nandini di penjara. Chanda dengan lemas  lalu menyuruh pelayan membawa Nandini ke aula. Dadima meminta Chadra beristirahat. Chandra dengan kekuatannya mencoba beranjak dari tempat tidur dan berkata pada Dadima bahwa hari ini dirinya  akan mengambil keputusan akhirnya.

Chandra duduk disinggasana, Nandini dengan memakai mahkotanya dibawa masuk dan Nandini merasa senang melihat Chandra sudah selamat, Nandini berpikir bahwa dirinya tidak mencemaskan tuduhan yang diberikan kepadanya tapi dirnya merasa bahagia melihat Chandra selamat dari maut. Nandini hendak duduk disinggasananya tapi Chandra melarang dan mengatakan bahwa dia akan disidang jadi dia tidak boleh duduk disinggasananya. Mentri lalu membacakan dakwaan untuk Nandini dan memanggil Dhurdhara, Dhurdhara maju dan memberikan kesaksian tentang apa yang dilihatnya. Mentri lalu memanggil Moora. Moora juga maju dan mengatakan bahwa dirnya melihat
loading...

Nandini membawa ramuan dan Chandra meminumnya yang membuatnya jatuh setelah meminumnya. Mentri lalu mengatakan sesuatu. Chandragupta pun berbicara, “Nandini..semua bukti bertentangan denganmu dan aku harus menghadap konsekuensi dengan mempercayaimu tapi kau masih mempunyai satu kesempatan untuk membela diri”. Nandini memikirkan sesuatu kemudian Nandini berbalik menatap Sunanda dan memintanya bicara mengenai kelainannya. Nandini berkata bahwa
loading...


dirnya memunyai masalah dengan kepribadiannya dan mungkin hal itulah yang memaksanya melakukan semua hal2 tersebut. Sekali lagi Nandini meminta Sunanda mengatakan tentang penyakitnya tapi Sunanda pura2 tidak tau tentang apa yang dibicarakan Nandini dan Sunanda mengatakan pada Chandra bahwa Nandini baik2 saja. Nandini pun berteriak pada Sunanda bertanya mengapa dia melakukan semua ini tapi Chandra membentaknya, “cukup Nandini !! semua bukt sudah mmbratkanmu dan aku menjatuhkan hukuman agar kau dikurung hidup2 didalam dinding”, semua yang hadir di aula pun terkejut mendengar hukuman yang dijatuhkan Chandra untuk Nandini.

 BACA CERITA SELANJUTNYA

loading...

Kisah Chandra Nandini ANTV Rabu 24 Januari 2018 " Chandra meminum Racun yang dibawa Nandini"

Simantap News

loading...
Simantap News   
Nandini berlari ke kamar dan menabrak Chandra tapi Nandini terus berlari lantas mengacak2 petinya, dia mengambil buku2nya dan mencari2. Chandra bertanya apa yang dia cari dan Nandini mengatakan bahwa tabib ingin trisulvati dan Nandini berkata alau dirinya mempunyai cara pembuatanya di bukunya sambil terus mencari2. Nandini meminta Chandra membantunya mencari dan Nandini berkata terdapat gambar tanaman tulsi di bukunya lalu mereka berdua mulai mencari2 buku yang dimaksud.
Nandini menemukannya dan menunjukkannya pada Chandra lalu Nandini mulai membuat ramuannya. Seorang pelayan masuk memberitau Chandra kalau Moora memanggil nya, Chandra pun bergegas pergi.
Kisah Chandra Nandini ANTV Rabu 24 Januari 2018 " Chandra meminum Racun yang dibawa Nandini"
Roopa menyamar menjadi pelayan dan mengintai Nandini yang masih membuat ramuan, Sunanda kemudian masuk dan mengalihkan perhatian Nandini dengan mengajaknya bicara. Roopa diam2 masuk dan menuangkan racunnya pada ramuan Nandini setelah itu Roopa beranjak pergi. Sunanda lalu membantu Nandini membuat ramuannya. Roopa pun berpikirnbawa sesaat lagi Chaya akan mati dan tidak ada seorangpun yang akan mengetahui kebenaran tentang dirinya dan selanjutya Nandini lah yang akan mati.
Helena berjalan di koridor sambil berbicara sendiri lalu mendengar suara tangisan dhurdhara dan memutuskan mencarinya di kamar, Helena masuk dan melihat Dhurdhara menangis dalam kegelapan. Helena menghampirinya tapi Dhurdhara ketakutan dan mundur sambil meminta agar Helena pergi menjauhinya dan bayinya. Helena menyadarkannya, Dhurdhara menatapnya dan berkata, “Helena..dia mendorong Chaya dan melenyapkan bayinya”, lalu memeluk Helena seraya berkata agar dia menyelamatkan bayinya. Helena menjadi bingung dan bertanya siapa yang melakukannya. Dhurdhara menjawab bahwa dirinya melihat Nandini yang mendorong Chaya di tangga. Helena pun menenangka Dhurdhara.
Chanakya dan prajurit menuju hutan dan mereka mendapat info kalau Padmananda bersembunyi didekat tepian sungai. Chanakya lalu berkata pada prajurit2nya bahwa butuh watu 2 hari untuk mengakhiri perjalanannya dan Chanakya berkata akan melakukan perjalanan sendiri karena ini adalah peperangannya. Sinopsi 
loading...


Nandini berlari ke kamar dan memberikan ramuannya pada tabib. Tabib mengatakan agar Nandini meminumkannya pada Chaya. Roopa mengintai dari luar. Saat Nandini hendak meminumkan ramuan, Sunanda memikrikan sesuatu. Helena dan Dhurdhara kemudan datang dan Helena menghentikan Nandini. Helena lalu mengatakan bahwa Nandini ingin menghabisi Chaya untuk menutupi perbuatannya. Semua terkejut mendengarnya. Helena kembali berbicara bahwa yang didalam mangkok itu adalah racun. Sunanda bertanya2 bagaimana Helena bisa tau. Chandra bertanya maksud ucapan Helena, Helena lalu menjelaskan bahwa Nandinilah yang mendorong Chaya di tangga. Chandra geram dan mengingatkan Helena bahwa ratu utama yang telah dia tuduh, Helena pun menyuruh Dhurdhara bicara. Dhurdhara dengan ketakutan mengatakan bahwa Nandini yang mendorong Chaya di tangga (adegan kilas balik saat Roopa mendorong Chaya dan Dhurdhara melihatnya), semua orang terkejut mendengarnya dan Nandini berlari menghampiri Dhurdhara hendak bertanya tapi Dhurdhara ketakutan dan bersembunyi di belakang Moora da meminta Moora menyelamatkannya dari Nandini. Malayketu bertanya pada Nandini mengapa dia melakukan semua ini. Chandra menghentikan semua dan masih membela Nandini lalu bertanya pada Dhurdhara agar mengatakan sekali lagi Dhurdhara menceritakan aa yang sudah di lihat. Helena mengatakan sesuatu dan Chandra membentaknya. Dhurdhara lalu mengatakan bahwa yang dibawa Nandini pasti racun. Nandini menyangkal yang dibawanya adalah racun, Chandra pun berbicara membela Nandini, “bagaimana bisa kalian semua meragukan Nandini yang selalu menolong setiap orang dan juga telah merawat Dadima..aku mempercayai Nandini dan untuk membuktikannya aku harus meminum ramuan ini”, dan Chandra pun meminum ramuan Nandini. Roopa terkejut dan kemudian semua melihat mulut Chandra berdarah saat Chadra berkata bahwa Nandini tidak akan pernah bisa melakukan semua ini lalu Chandra pun terjatuh.
Semua mengelilingi Chandra, Helena pun memaki Nandini bahwa keberadaanya di istana ini hanya untuk balas dendam. Nandini mencoba menyangkal tapi tabib berkata bahwa Chandra terkena racun, Dhurdhara emosi mengatakan bahwa kini Nandini juga melenyapkan Chandranya dan Dhurdhara berusaha membangunkan Chandra. Moora menangis dan berata, “aku selalu berada dipihakmu tapi kenapa kau melakukan semua ini..hari ini kau memembuktikan bahwa kau memang putri Padmananda dan sebagai Ibu Suri aku memerintahkan agar kau di penjara”. Nandini membela diri mengatakan bahwa dirinya tidak melakukan apapun dan meminta agar tidak dijauhkan dari Chandra. Dadima meminta Moora mendengarkan Nandini untuk yang terakhir kalinya tapi Moora menolak, Moora memanggil prajurit yang kemudian membawa Nandini ke penjara. Chandra pun dibawa oleh tandu ke kamarnya sementara Nandini mencoba berontak dari prajurit. Dia berlari mengejar Chandra. Nandini berbicara pada Chandra sambil menangis bahwa dirinya tidak akan meninggalkannya dan meminta Chandra mempercayainya. Moora membentaknya dan menyuruh prajurit membawa Nandini. Nandini pun terus berteriak memanggil Chandra.
Chandra di bawa ke kamar dan tabib meminta yang lain keluar, Helena menegurnya dan tabib mengatakan agar berita ini tidak sampai diluar karena bahkan Chanakya sedang tidak berada di istana. Tabib menutup pintu lalu mengobati Chandra. Moora, Dhurdhara dan Helena menunggu dengan gelisah di luar
loading...


loading...


Nandini merasa gelisah didalam penjara memikirkan Chandra dan berkata bahwa dirnya tidak melakukan hal ini dan nandini berkata bahwa dirinya pun membuat obat dihadapan Chandra, Nandini mendengar suara Helena di luar, Helena memaksa masuk lalu mendorong Nandini dan mencekiknya sambil berteriak marah karena dia berani menyerang Chandra. Nandini mengatakan bahwa dirinya tidak mungkin melenyapkan Chandra karena jika dirinya mau sudah banyak kesempatan untuk melakukannya. Helena menyadari ucapan Nandini dan melepaskan cekikannya lalu berpikir. Nandini berbicara pada Helena, “Chandra juga suamiku dan seperti kau yang mencintainya begitu juga aku ..”. Nandini pun terdiam,  Helena berpikir berharap bukan Roopa yang melakukannya karena Nandini tidak melakukannya lalu Helena beranjak pergi.
Nandini pun berdoa pada Dewa agar menyelamatkan Chandra. Sementara Roopa di kamarnya berbicara pada Sunanda mengenai Dhrudhara yang juga melihatnya mendorong Chaya, Sunanda berkata bahwa saat ini tidak baik kalau dia berkeliaran karena Nandini juga sedang dipenjara. Apama kemudian masuk dan memuji kerja Roopa yang berhasil menyingkirkan Nandini dijalannya tapi Apama khawatir karena cara Roopa juga sudah membuat Chandra terluka. Apama memberi tau bahwa Helena sangat marah dan dirinya tidak bisa menghentikan Helena jika ingin menghabisinya (Roopa).

BACA CERITA SELANJUTNYA

loading...